Di Bawah Tirani Jepang

Restorasi Meiji

Awal Modernisasi Jepang Sebelum menjadi negara modern Jepang merupakan negara feodalis. Mengapa feodalis? Sebab, kekuasaan politik dan ekonomi dipegang oleh kaisar, shogun (semacam panglima militer), dan daimyo (semacam tuan tanah/raja lokal). Kekuasaan itu terbentuk secara hierarki dengan puncak kekuasaan di tangan kaisar, sedangkan kekuasaan pemerintahan dipegang oleh seorang shogun. Tahun 1639, Shogun Tokugawa menjalankan kebijakan Sakoku (negara tertutup). Melalui kebijakan ini, orang asing dilarang masuk ke Jepang dan sebaliknya orang Jepang dilarang berhubungan dengan orang selain Jepang. Namun, pada kenyataannya, Belanda, Cina, serta Korea tetap berhubungan dengan Jepang. Mengapa Jepang menerapkan kebijakan Sakoku (tertutup) dengan bangsa lain? Ada dua alasan. Alasan pertama, pemerintahan Shogun Tokugawa terancam dengan kehadiran misionaris dari Spanyol dan Portugis yang menyebarkan agama Katolik. Mereka dituduh ikut campur urusan dalam negeri. Contohnya, ketika perang antar-shogun mereka memperkenalkan senjata api dan meriam terhadap salah satu shogun, sedangkan senjata orang Jepang berupa pedang (katana). Penyebaran agama yang dilakukan oleh Spanyol dan Portugis juga dituding mengancam kebudayaan asli Jepang. Alasan kedua ialah mempertahankan supremasi Tokugawa atas pesaingnya, Daimyo Tozama. Daimyo Tozama adalah daimyo di bawah Shogun Tokugawa, tetapi secara ekonomi lebih sejahtera karena menjalin hubungan dengan bangsa asing. Apabila Daimyo Tozama tetap bekerja sama dengan bangsa asing, maka dikawatirkan mereka menjadi kuat sehingga mengancam kekuasaan Tokugawa. Pada abad ke-19 (1854), kebijakan Sakoku mulai surut. Tahun 1854, kapal perang Amerika Serikat (kapal hitam) yang dipimpin oleh Komodor Matthew C. Perry menyerang Jepang sehingga memaksa pemerintahan Shogun Tokugawa menandatangani Konvensi Kanagawa pada tahun 1854. Konvensi itu pada intinya menyebutkan bahwa Jepang harus membuka diri dengan bangsa asing sehingga mengakhiri kebijakan tertutup Jepang yang telah berlangsung 200 tahun. Kemajuan Barat dan terbukanya pelabuhan-pelabuhan di Jepang yang semakin ramai menyadarkan Jepang betapa terbelakangnya mereka dibanding dengan negara-negara Barat sehingga Jepang bertekad untuk mengejar ketertinggalan. Pada masa pemerintahan Kaisar Meiji (anak dari Kaisar Komei), kesadaran mengejar ketertinggalan mulai terwujud melalui berbagai langkah perubahan besar yang dikenal dengan Restorasi Meiji (1868-1912). Kata “Meiji” berarti “kekuasaan pencerahan”. Pencerahan yang dimaksud adalah kombinasi kemajuan Barat dengan nilai-nilai tradisional Jepang. Dengan misi inilah Jepang mengutus pejabat untuk belajar ke Amerika dan Eropa, yang disebut misi Iwakura. Sebagai hasil misi Iwakura, Jepang memutuskan untuk mengadopsi sistem politik, hukum, dan militer dari dunia Barat. Restorasi Meiji kemudian mengubah Kekaisaran Jepang menjadi negara industri modern sekaligus menjadi kekuatan militer dunia. Berikut ini adalah beberapa bidang garapan Tenno Meiji yang tercakup dalam gerakan pembaruan itu.

A. Bidang Perindustrian

Dengan mengadopsi teknologi dari Barat, Jepang membangun industri-industri seperti pabrik senjata, galangan kapal, peleburan besi, dan lain sebagainya. Hasil produksi ini dijual ke pasar internasional dengan harga relatif murah dibandingkan harga penjualan produk yang sama di dalam negeri. Kebijakan ini disebut dumping. Hal ini membuat industri dalam negeri Jepang berkembang pesat.

B. Bidang Perdagangan

Jepang membangun bank-bank yang memungkinkan orang untuk meminjam uang agar berinvestasi. Jepang membangun pelabuhan-pelabuhan dan kapal-kapal dagang sehingga perdagangan mengalami kemajuan pesat.

C. Bidang Militer

Jepang gencar membangun angkatan perangnya. Tahun 1873, Jepang menerapkan kebijakan wajib militer. Jepang juga memesan sebuah kapal perang modern dari Belanda dan untuk mempelajari ilmu kelautan, Jepang mengirim 16 mahasiswa untuk belajar di Belanda. Jepang meniru sistem dan strategi dari Jerman dan Inggris. Dalam waktu singkat, Jepang telah memiliki tentara yang kuat, modern, dan tangguh. D. Bidang Pendidikan Jepang menerapkan wajib belajar bagi generasi mudanya. Mereka dididik untuk merasa memiliki rasa cinta kepada tanah airnya, semangat pantang menyerah dan berani mati (bushido), serta hormat dan tunduk kepada Kaisar. Pemerintah Jepang juga mengirim mahasiswa untuk menimba ilmu-ilmu Barat.

E. Bidang Sosial

Menghapus sistem kasta di Jepang. Saat itu, Jepang mempunyai empat kasta. Kasta pertama adalah kelas kaum terpelajar, kasta kedua adalah petani, kasta ketiga adalah seniman, dan kasta keempat adalah pedagang. Selain itu, pemerintah juga melarang adat istiadat yang bersifat feodalis seperti laki-laki memperlihatkan dan memakai kimono, laki-laki memanjangkan dan mengucir rambut serta ke mana-mana membawa pedang panjang dan pedang pendek yang menjadi ciri khas kelas samurai

F. Bidang Hukum

Sistem hukum dan konstitusi mengikuti model Jerman. Sebagai akibat dari industrialisasi itu, Jepang kemudian menjadi satu-satunya kekuatan besar negara non-Barat di dunia sekaligus kekuatan utama di Asia Timur dan Asia Tenggara dalam waktu 40 tahun.

Kemajuan, Perluasan Pasar Industri, dan Keterlibatan Jepang pada Perang Dunia ke-2

Jepang sebagai negara industri sebagaimana negara-negara Barat mempunyai tiga tantangan, yakni

1) pasokan bahan mentah yang stabil,

2) jalur pelayaran yang aman, dan

3) pasar bagi hasil industrinya.

Pada saat yang bersamaan, kepercayaan diri militer Jepang yang didukung kemajuan ekonomi membangkitkan rasa bangga terhadap negaranya. Nasionalisme ini berkembang menjadi nasionalisme radikal dalam bentuk keinginan sebagian warga agar Jepang menjadi negara imperialis. Faktor ekonomi (gold) dan faktor kejayaan (glory) inilah yang mendorong Jepang menduduki (menjajah) berbagai negara di Asia termasuk Indonesia menjelang akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Pada tahun 1894, Jepang membangun imperium yang sangat luas, meliputi Taiwan, Korea, Manchuria, serta Cina bagian Utara. Pada tahun 1894 dan 1895, Jepang terlibat perang dengan Cina (Perang Sino). Perang ini diawali oleh pemberontakan petani terhadap pemerintahan Korea. Merasa terdesak, pemerintah Korea meminta bantuan kepada Dinasti Qing dari Cina. Karena sejak lama Jepang ingin menguasai Korea, maka Jepang memanfaatkan situasi itu untuk menginvansi Korea. Karena Korea sekutunya Cina, maka Cina protes sehingga antara Jepang dengan Cina terlibat perang. Perang akhirnya dimenangkan Jepang dan kemudian membentuk pemerintahan boneka di Seoul. Kekalahan Cina terhadap Jepang ditandai dengan Perjanjian Shimonoseki yang isinya menyebutkan bahwa Semenanjung Liaodong dan Taiwan diserahkan kepada Jepang. Rusia, Jerman, dan Prancis yang semula menduduki Semenanjung Liaodong akhirnya mundur. Namun, karena Perjanjian Shimonoseki dianggap tidak sah, maka Rusia kembali menduduki Semenanjung Liaodong yang strategis itu. Untuk pertahanannya, Rusia kemudian mendirikan Benteng Port Arthur di situ dan menjadikan pangkalan angkatan lautnya di Pasifik. Tindakan Rusia ini membuat Jepang marah sehingga memicu perang Jepang dengan Rusia yang bernama “Perang Rusia-Jepang” pada tahun 1894 dan 1895. Dalam perang itu, tidak terduga Rusia kalah sehingga harus menandatangani Perjanjian Portsmouth yang diselenggarakan di Amerika Serikat dengan difasilitasi Presiden Roosevelt. Jenderal yang berjasa dalam kemenangan Jepang atas Rusia adalah Laksamana Togo Heihachiro. Isi Perjanjian Portsmouth yakni Jepang mendapatkan Pulau Shakalin dan daerah Manchuria. Kemenangan Jepang atas Rusia ini membangkitkan kepercayaan dan harga diri Jepang. Ternyata, bangsa Asia (ras Mongoloid) dapat mengalahkan bangsa Barat (ras Kaukasoid). Dampaknya, selain wilayah kekuasaannya semakin luas, juga muncul ambisi tersembunyi yang tidak hanya ingin menguasai Asia, tetapi juga mengalahkan bangsa-bangsa Barat lainnya. Ketika Prancis menyerah kepada pasukan Nazi Jerman di Eropa tahun 1941, Jepang memanfaatkannya dengan menginvansi wilayah jajahan Prancis di Indocina yang meliputi Kamboja, Laos, dan Vietnam. Pada saat yang bersamaan (tahun 1941), Jerman menginvansi Rusia. Sebelumnya, pada tahun 1940, terjadi kesepakatan “Pakta Tripartit”, yaitu bersatunya fasisme Jepang, Italia, dan Jerman dalam “kekuatan poros” yang kemudian hari bersama sama melawan “kekuatan Sekutu” yang terdiri dari AS, Inggris, dan Prancis dalam Perang Dunia II.

Meski tidak memiliki kepentingan di Indocina (Kamboja, Laos, dan Vietnam), sikap agresi Jepang membuat Amerika Serikat menjadi geram. Pada tahun 1941, Amerika membidani persekutuan yang disebut ABDACOM (America, British, Dutch, Australian Command) untuk menghadapi keagresifan Jepang. Selain membuat organisasi, Presiden Roosevelt juga menerapkan embargo baja dan besi tua kepada Jepang yang kemudian diikuti dengan pembekuan semua aset-aset Jepang. Embargo baja dan besi tua ini sungguh memukul telak Jepang karena peralatan militernya semua terbuat dari baja dan besi tua. Seperti belum cukup, Amerika segera mengembargo minyak bumi terhadap Jepang. Minyak bumi merupakan penopang utama industri-industri militer Jepang. Embargo minyak bumi ini membuat industri militer Jepang menjadi kesulitan sehingga Jepang dihadapkan pada dua pilihan, hidup atau mati. Jepang bukannya menyerah dengan situasi, tetapi semakin berambisi menguasai minyak bumi Asia Selatan (India, Bangladesh, Pakistan, dan lain-lain) serta Asia Tenggara (Vietnam, Filipina, Indonesia, dan lain-lain) untuk mengatasi embargo minyak bumi Amerika Serikat.

Sebagian wilayah yang menjadi sasaran Jepang itu merupakan jajahan Belanda, termasuk Indonesia, sehingga Jepang harus menghadapi kekuatan militer terbesar saat itu, yaitu Amerika Serikat. Di bawah ABDACOM, Amerika Serikat bertanggung jawab melindungi kepentingan kepentingan Belanda di Indonesia. Menyerang Indonesia dianggap menyerang ABDACOM. Untuk mengatasi kekuatan militer itu, Jepang mengambil keputusan, yakni harus terlebih dahulu melumpuhkan Amerika Serikat. Sasaran yang paling dekat di Asia adalah pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Asia Pasifik, yaitu di Pearl Harbour, Hawaii. Maka, secara mendadak tanpa ultimatum terlebih dahulu, Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Dengan serangan ini, Jepang telah mengawali perang Pasifik.

Setelah menghancurkan Pearl Harbour, Jepang menduduki Filipina pada 10 Desember 1941, Burma pada 16 Desember 1941, dan pada 11 Januari 1942 Jepang mendarat di Indonesia dengan menguasai Kalimantan lalu menyusul Sumatra dan Jawa. Setelah Jawa dikuasai, Jepang mengendalikan seluruh wilayah Indonesia dalam waktu singkat. Perang yang dilancarkan Jepang di Asia Tenggara dan di Lautan Pasifik ini dikenal dengan Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik.

Spionase Jepang

Mengapa Jepang begitu mudah masuk Indonesia dan menguasai Yogyakarta? Ternyata, jauh sebelum tahun 1942 Jepang telah mengirimkan perwira-perwiranya di beberapa kota penting di Indonesia, termasuk Yogyakarta untuk dijadikan sebagai spionase. Perwira yang dikenal sebagai mata-mata di Yogyakarta adalah Shizukino Yamachi. Tugas Shizukino Yamachi adalah melakukan penyamaran untuk memata-matai kawasan Yogyakarta, yang nantinya pada wilayah tersebut akan dilakukan ekspansi besar-besaran oleh tentara Jepang. Untuk mengelabuhi masyarakat, Shizukino Yamachi mendirikan toko Fuji sebagai toko kelontong yang berada di daerah pecinan Yogyakarta atau sekarang dikenal Jalan Malioboro. Shizukino Yamachi mengubah namanya menjadi Tao Ai dan lebih suka memperkenalkan dirinya kepada orang baru sebagai pedagang dari Cina. Sehari-harinya, Shizukino Yamachi keluar rumah dari pagi hingga menjelang petang. Shizukino Yamachi menulis dengan detail segala hal yang ada dan terjadi di Yogyakarta. Kemudian, segala hasil data pengamatannya dikirimkan ke Jepang, agar mudah melakukan ekspansi. Data tersebut dikirimkan melalui radio komunikasi dari kamarnya sehingga pintu kamarnya yang berada di lantai atas selalu tertutup rapat. Shizukino Yamachi sering berkeliling menggunakan sepeda, berbusana putih dan mengenakan topi bulat. Semua orang tidak mengenal siapa sesungguhnya Shizukino Yamachi. Dia hanya dikenal sebagai seorang pengusaha yang baik dan ramah kepada setiap orang. Di pertengahan tahun 1939, Shizukino Yamachi mendadak pergi dan hilang begitu saja. Pada 6 Maret 1942, tentara Jepang telah memasuki Kota Yogyakarta. Mereka datang dari arah Jalan Solo menuju ke barat, setelah sampai di perempatan tugu, mereka berbelok ke selatan menuju Jalan Malioboro dan Gedung Agung. Iring-iringan pasukan disambut oleh warga tanpa ketakutan, bahkan warga bersorak sorai dengan melambai lambaikan bendera merah putih. Para pasukan Jepang datang dengan mengaku sebagai saudara tua. Untuk menarik simpati khususnya kepada rakyat Yogyakarta, serdadu Jepang menyerukan “Nipon Indonesia sama-sama”, mengumandangkan lagu Indonesia Raya, serta secara demonstratif membawa potret ratu Belanda yang ditusuk-tusuk dengan bayonet. Ketika peristiwa ini berlangsung, Shizukino Yamachi berada di kendaraan jeep paling depan diikuti kendaraan truk, sepeda, dan bahkan ada yang berjalan kaki. Setelah diketahui, ternyata Shizukino Yamachi merupakan salah satu perwira komandan divisi Angkatan Darat Jepang. Jepang Mengambil Alih Wilayah Hindia BelandaSerangan Jepang pertama terjadi pada 11 Januari 1942 mendarat di Tarakan (Kalimantan Timur). Pada bulan Februari, Jepang menduduki Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bali. Mengapa Jepang mendarat pertama kali di Tarakan dan kemudian menguasai Tarakan? Sebagaimana dibahas dalam pokok bahasan terdahulu, Jepang sangat kesulitan dalam mengoperasikan industri-industrinya, termasuk mesin-mesin perangnya, setelah Amerika Serikat mengembargo minyak bumi. Tarakan adalah salah satu daerah yang terdapat sumber-sumber minyak di Indonesia. Dengan menguasai Tarakan, berarti menguasai sumber minyak sehingga dengan demikian untuk menguasai daerah lain di Indonesia lebih mudah dan untuk menghadapi Sekutu juga lebih siap. Di Jawa, Jepang pertama kali mendarat di Banten, kemudian Indramayu, Rembang, Tuban, dan Surabaya. Sejak Maret 1942, Indonesia menjadi kekuasaan Jepang. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia Belanda (Indonesia) adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung industri dan kampanye perang Jepang. Gubernur Jenderal Belanda, Tjarda van Strarkenborgh, tidak berdaya menghadapi serangan kilat Jepang sehingga terpaksa menyerah tanpa syarat kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura di Kalijati, Subang, Jawa Barat, 8 Maret 1942. Mengapa Jepang begitu mudah mengalahkan Belanda sedangkan peralatan militer Belanda juga sangat modern untuk saat itu? Jepang, sebelum menyerang Hindia Belanda, ternyata sudah jauh hari memperhitungkan penyerangan itu. Beberapa tahun sebelum 1942, para perwira Jepang sudah menyelidiki daerah-daerah yang menjadi titik kelemahan dan kekuatan Belanda. Di Jawa, daerah Banten, Indramayu, Rembang, Tuban, dan Surabaya adalah daerah strategis. Apabila menguasai daerah itu, maka Jepang dengan mudah akan dapat memaksa Belanda menyerah.

Mengapa Thailand menjadi negara Asia yang tidak dijajah Jepang? Pada Perang Dunia II, Thailand “membantu” Jepang melawan Sekutu dengan cara memberikan wilayah negaranya sebagai tempat akomodasi tentara Jepang. Namun, seusai perang dan Jepang kalah perang melawan Sekutu, Thailand memutuskan untuk menjadi sekutu Amerika Serikat. Thailand juga merupakan negara yang tidak pernah dijajah bangsa Barat (Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Portugal).Strategi Jepang untuk Mendapatkan Simpati Rakyat Kedatangan Jepang disambut baik oleh Sukarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. Mereka optimistis bahwa kedatangan Jepang akan membawa kemerdekaan.

Dasarnya adalah hal-hal berikut ini.

a) Menyerahnya Belanda dianggap sebagai akhir penjajahan Belanda. Dengan kekalahan Belanda, maka berarti dimulainya era baru ketika bangsa-bangsa Asia bebas merdeka dan menentukan nasibnya sendiri dengan dipelopori oleh Jepang. Keyakinan itu bertambah tebal setelah Jepang memperkenalkan diri sebagai saudara tua bangsa-bangsa Asia.

b) Jepang berjanji jika Perang Pasifik dimenangkan, maka bangsa-bangsa di Asia akan mendapatkan kemerdekaan.

c) Jepang bersifat simpatik kepada aktivis pergerakan kemerdekaan, misalnya membebaskan tokoh-tokoh yang ditahan dan diasingkan kolonial Belanda seperti Sukarno, Hatta, Syahrir, dan lain-lain.

d) Jepang menjanjikan kepada bangsa Indonesia untuk memberikan kemudahan-kemudahan yang tidak pernah diberikan oleh kolonial Belanda, misalnya mengibarkan bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Hinomaru Jepang, menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari, kebebasan beribadah sesuai keyakinan, dan membolehkan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” bersama lagu kebangsaan Jepang “Kimigayo”.

Pemerintahan Militer Jepang Setelah menguasai Indonesia, Jepang memerintah dengan sistem pemerintahan militer dengan membagi menjadi tiga daerah militer yang dikendalikan oleh angkatan darat (rigukun) dan angkatan laut (kaigun). Ketiga daerah tersebut di bawah komando panglima besar tentara Jepang yang bertempat di Saigon (Vietnam). Ketiga daerah tersebut meliputi:

(1) Daerah Jawa dan Madura dengan pusat di Batavia di bawah kendali angkatan laut (kaigun);

(2) Daerah Sumatra dan Semenanjung Melayu dengan pusat di Singapura di bawah kendali angkatan darat (rigukun);

(3) Daerah Kalimantan dan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua di bawah kendali angkatan laut (kaigun). Selain memerintah dengan sistem militer, Jepang dalam rangka mengawasi masyarakat dan membangun gerakan pertahanan masyarakat menggunakan sistem Tonarigumi yang sekarang lebih dikenal sistem Rukun Tetangga (RT). Dalam bidang politik, Jepang membentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa) sebagai lembaga yang bertugas mengumpulkan dana, misalnya dalam bentuk uang, beras, ternak, logam mulia, kayu jati, dan sebagainya. Dalam usaha mendapatkan tenaga kerja, Jepang membentuk Romukyokai (panitia pengerah romusha) untuk dipekerjakan dalam proyek pembangunan jalan raya, pelabuhan, dan lapangan udara. Pada awalnya, romusha ini mendapatkan upah. Namun, pada perkembangan selanjutnya para pekerja ini tanpa diupah oleh pemerintah Jepang. Dalam sistem pertahanan menghadapi Sekutu dan usaha melanggengkan kekuasaannya, di Indonesia dibentuk lembaga-lembaga semimiliter dan militer. Organisasi-organisasi buatan Jepang itu misalnya Keibodan (barisan pembantu polisi), Seinendan (barisan pemuda), Fujinkai (barisan wanita), Heiho (barisan cadangan prajurit), PETA (pembela tanah air), Putera (Pusat Tenaga Rakyat), Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa), Jibakutai (pasukan berani mati), Kempetai (barisan polisi rahasia), dan Gakukotai (laskar pelajar). Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia Masa pendudukan Jepang membawa dampak yang luar biasa terhadap bangsa Indonesia, baik dampak secara politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Untuk lebih jelasnya, berikut paparannya.

a) Bidang Politik Setelah Jepang berkuasa di Indonesia, organisasi kemasyarakatan baik itu organisasi politik, sosial, maupun keagamaan dibubarkan dan menggantikannya dengan organisasi bentukan Jepang. Satu-satunya organisasi yang dibiarkan oleh Jepang adalah Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang berdiri sejak pemerintahan kolonial Belanda. Organisasi ini mendapat simpati masyarakat sehingga berkembang dengan cepat. Karena organisasi ini mengkhawatirkan Jepang, maka pada tahun 1943 MIAI dibubarkan dan menggantikannya dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dengan K.H. Hasyim Asy’ari sebagai ketuanya. Untuk menekan tokoh pergerakan yang tidak kooperatif terhadap Jepang, dilakukan pengawasan yang ketat dengan menyebar polisi rahasia yang sangat ditakuti, yakni Kempetai. Jepang tidak segan segan menangkap, menginterogasi, bahkan menghukum mati oran

Descriptive Text

Definition of Descriptive Text (Pengertian Teks Deskripsi)

Descriptive text is a text that describes a particular object in detail. Dalam bahasa Indonesianya, descriptive text atau teks deskripsi adalah sebuah teks yang mendeskripsikan objek tertentu secara rinci. Jadi, seperti yang sudah disinggung di awal, pada teks ini, kamu akan menggambarkan objek secara jelas. Bisa ukurannya, warna, bentuk, bau, dan lain sebagainya.

Purpose of Descriptive Text (Tujuan Teks Deskripsi)

The purpose of descriptive text is to describe an object in detail. Tujuan dari descriptive text adalah mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek secara detail (rinci). Objek-objek ini bisa berupa orang, hewan, benda, atau tempat.

Misalnya descriptive text tentang seekor hewan. Teks tersebut dapat memuat berbagai informasi tentang deskripsi fisik, makanan, habitat, asal usul, perkembangbiakkan, hingga fakta-fakta unik yang terkait.

Ingat, descriptive text hanya menjelaskan satu objek tertentu secara detail. Jadi, kalau kamu mau membuat sebuah descriptive text, kamu bisa menjelaskan ciri-ciri salah satu kucing peliharaanmu, bukan menjelaskan ciri-ciri kucing secara umum yang ada di dunia.

Structure of Descriptive Text (Struktur Teks Deskripsi)

Setiap teks pasti terdiri dari beberapa bagian yang menyusunnya ya, guysStruktur descriptive text terdiri dari dua bagian, yaitu identification (identifikasi) dan description (deskripsi).

Konsep Pelajaran_Struktur Descriptive Text_Bahasa Inggris Kelas 7

Bagian identification berisi pengenalan objek yang akan dideskripsikan. Contohnya seperti, ‘objek itu apa?’ atau ‘dari mana objek itu berasal?’. Sedangkan bagian description berisi penjelasan yang lebih spesifik dari objek yang sedang dideskripsikan. Di bagian ini, kamu bisa menjelaskan tentang penampilan maupun kepribadian objek tersebut.

Oke, supaya kamu semakin paham, kita simak contoh descriptive text berdasarkan strukturnya berikut ini, yuk!

Konsep Pelajaran_Contoh Descriptive Text berdasarkan Struktur_Bahasa Inggris Kelas 7

Nah, teks deskripsi tersebut menjelaskan tentang Hanni. Bagian identification terdapat pada kalimat pertama, kedua, dan ketiga. Dari bagian ini, kita bisa tahu ya kalau Hanni adalah teman baik si penulis. Hanni sekelas dengan penulis di SMP. Kemudian, bagian descriptionnya terdapat pada kalimat keempat sampai keenam. Penulis menjelaskan penampilan Hanni yang cantik. Ia punya wajah oval, mata bulat, hidung mancung, dan rambut yang panjang. Selain itu, dijelaskan juga kepribadian Hanni yang ramah dan pintar.

Gimana? Sampai sini, apakah kamu sudah paham mengenai materi descriptive text?

Language Features of Descriptive Text (Kaidah Kebahasaan Teks Deskripsi)

Dalam menulis descriptive text, ada kaidah kebahasaan yang harus kamu gunakan. Language features of descriptive text terdiri dari tiga, yaitu adjective, Simple Present Tense, dan adverb of frequency. Ayo kita bahas satu per satu!

1. Adjective

Descriptive text tidak terlepas dari adjective atau kata sifat. Saat mendeskripsikan suatu objek, kita pasti menggunakan kata sifat, seperti besar, kecil, tinggi, pendek, pintar, ramah, dan lain sebagainya. Contoh:

Hanni is so pretty. She has an oval face, rounded eyes, pointed nose, and long hair. She is smart and friendly.

Adjective yang digunakan pada descriptive text di atas adalah pretty (cantik), oval (oval/lonjong), rounded (bulat), pointed (mancung), long (panjang), smart (pintar), dan friendly (ramah).

2. Simple Present Tense

Simple Present Tense biasa digunakan untuk menyatakan fakta atau kebenaran umum, serta kebiasaan. Saat mendeskripsikan suatu objek, kita akan menggunakan tense jenis ini karena apa yang kita jabarkan dari objek tersebut adalah fakta.

Pola kalimat Simple Present Tense bisa kamu pelajari secara lengkap di artikel ‘Contoh Kalimat Simple Present Tense berdasarkan Polanya’, ya guys!

3. Adverb of Frequency

Adverb of frequency adalah kata keterangan yang berguna untuk menunjukkan seberapa sering suatu kegiatan dilakukan. Nah, dalam descriptive text, kita bisa menjelaskan kebiasaan objek menggunakan ini.

Konsep Pelajaran_Descriptive Text_Adver of Frequency_Bahasa Inggris Kelas 7

Contoh:

Hevi is a helpful and polite person. She often helps me to do my homework and always respects the elders.

Dari deskripsi tersebut, penulis menggunakan adverb of frequency, yaitu often dan always.

Fyuh, dari tadi kita sudah bahas pengertian, struktur, hingga kaidah kebahasaan teks deskripsi. Nah, sekarang kita buat contoh teks deskripsi dalam bahasa Inggris tentang Hanni secara lengkap, yuk!

Example of Descriptive Text (Contoh Teks Deskripsi)

Seperti apa sih contoh descriptive text? Yuk, lihat berikut ini.

My Best Friend, Hanni

Identification:

Let me introduce you to my best friend. Her name is Hanni. She is my classmate in Junior High School. She is thirteen years old.

Description:

Hanni is so pretty. She has an oval face, rounded eyes, pointed nose, and beautiful black long hair. Her skin color is fair. Also, she has a slim body and is quite tall. She is 155 centimeters tall. 

Hanni really loves to sing and dance. She joins the dance club as her extracurricular activity at school. She is smart and friendly. She often helps me to do my homework and always respects the elders. Everyone loves her.

Example of Descriptive Text : Borobudur Temple

Borobudur Temple

Borobudur is Hindu – Budhist temple. It was build in the nineth century under Sailendra dynasty of ancient Mataram kingdom. Borobudur is located in Magelang, Central Java, Indonesia.

Borobudur is well-known all over the world. Its construction is influenced by the Gupta architecture of India. The temple is constructed on a hill 46 m high and consist of eight step like stone terrace. The first five terrace are square and surrounded by walls adorned with Budist sculpture in bas-relief. The upper three are circular. 

Each of them is with a circle of bell shape-stupa. The entire adifice is crowned by a large stupa at the centre at the centre of the top circle. The way to the summit extends through some 4.8 km of passage and starways. The design of borobudur which symbolizes the structure of universe influences temples at Angkor, Cambodia.

Borobudur temple which is rededicated as an Indonesian monument in 1983 is a valuable treasure for Indonesian people

Honey Bee

This is an extraordinary, curious, and remarkably industrious little insect, to which mankind are indebted for one of the most palatable and wholesome sweets which nature affords; and which was one of the choice articles with which the promised land was said to abound.

In every hive of bees, there are three kinds; the queen, the drones, and the labourers: of these last, there are by far the greatest number: and as cold weather approaches, they drive from the hives and destroy the drones, that have not laboured in summer, and will not let them eat in winter.

If bees are examined through a glass hive, all appears at first like confusion: but, on a more careful inspection, every animal is found regularly employed. It is very delightful, when the maple and other trees are in bloom, or the clover in the meadows, to be abroad and hear their busy hum.

The Orangutan

The Orangutan is a species of the ape; it has long arms and hands, with very long fingers. It is much larger than the ape, and some have been found about six feet high, when standing erect.

It is capable of walking nearly erect; but the usual gait on the ground is like a cripple who supports himself on his hands, and draws his body forward.

Its home, like the monkey family, seems to be on the trees. The hair is of a brownish red color, and covers his back, arms, legs, and the outside of his hands and feet.

The face has no hair except whiskers on its side. He inhabits Malacca, Cochin China, and particularly the island of Borneo.

The Sheep

The Sheep is found in every quarter of the globe, and is one of the most profitable animals that mankind possesses.

His flesh is eaten by the inhabitants of all nations, and, as you know, is called mutton.

The wool of the Sheep is very valuable, and most of our clothing is made from it: that produced by the breed called Merino sheep is particularly fine, and fetches a high price.

The skin is also of service, and forms covers for many of your school-books. Sheep-washing and shearing are busy times for the farmer, and are very interesting sights.

Young sheep are called lambs—you have often seen the gentle little things skipping about in the meadows.

The Ants

Ants are members of insects that have more than 12,500 species (species) where the majority live in the tropics. Ants are members of the Formicidae tribe with the Hymenoptera nation.

Ants are known as social insects because they live together or in colonies. A nest is formed regularly and has members of thousands of ants in each colony with different tasks.

One ant colony consists of several tasks that are divided, namely queen ants, male ants, worker ants to guard ants. A colony has a large territory and is able to support their life.

Ants have a relatively small body size, but ants are said to be the strongest animal in the world because they are able to support a heavy load of fifty times their own weight.

The Cat

Cats are a type of carnivorous mammal from the Felidae family. Almost all over the world, there must be a cat of various types. In Indonesia alone, there are Angora, Persian, domestic, and so on. Cats have been known since 6000 years ago. Even according to archeological data, the Egyptians used to know cats to keep annoying rats away.

Cats were first classified as Felis Catus by Carolus Linnaeus. Cats are the most popular pets in the world. Cats have physical characteristics similar to tigers, but are smaller in shape. The Felidae group is a very fast growing mammal. Like rabbits, tigers, lions and cougars, cats have ears that can pick up vibrations and sounds from more than 10 meters away.

Wild cats will live in the wild and will breed very quickly, so the population will change to a lot in an instant. Until now the types of cats that are traded are only purebred cats and even specially bred.

The Cow

Cows are very useful to mankind, in supplying them with milk from which both butter and cheese are made.

Their young ones are called calves, and the flesh of calves is veal. A good Cow will give about fifteen or more quarts of milk a day, but much depends upon the quality of the pasture she feeds upon.

Her age is told by her horns; after she is three years old a ring is formed every year at the root of the horn, so that by counting the number of circles, her age may be exactly known.

Cows are sometimes prettily marked with black, brown, and yellow spots, and, as they lie scattered about a green meadow, add much to the charms of a landscape.

Clothing terms

  1. Cape = Mantel lengan, tanjung
  2. Cardigan = Rompi lengan panjang
  3. Cloak = Mantel, jubah, jas panjang
  4. Clothes = Pakaian
  5. Clothing = Pakaian
  6. costume = Kostum
  7. Coat = Mantel, jas
  8. Jacket = Jaket
  9. Suit = Baju setelan
  10. T-shirt =Kaos
  11. Shirt = Kemeja
  12. Dress = Rok, gaun
  13. Belt = Sabuk, ikat pinggang
  14. Sweater/jumper = Baju hangat
  15. Anorak = Jaket hujan
  16. Apparel = Pakaian atas
  17. Toga = Jubah toga
  18. Togs = Pakaian
  19. Top = Baju atasan
  20. Trench coat = Jas hujan
  21. Trunks = Celana
  22. Tutu = Rok balerina
  23. Tunic = Jubah
  24. Turtleneck shirt = Kaos yang menutup leher
  25. Tuxedo = Pakaian malam pria (Jas putih celana hitam)
  26. Tweed jacket = Jaket jas
  27. Underclothes = Pakaian dalam
  28. Uniform = Seragam
  29. Wedding gown = Gaun pengantin
  30. White tie = Dasi putih
  31. Leather jacket = Jaket kulit
  32. Leggings = Celana legging
  33. Life jacket = Jaket penyelamat
  34. Loincloth = Kain pinggang, cawat
  35. Miniskirt = Rok mini
  36. Nightgown = Gaun malam
  37. Nightshirt = Baju tidur laki-laki
  38. Outerwear = Pakaian usang, bekas
  39. Outfit = Pakaian
  40. Overalls = Baju kerja
  41. Overcoat = Mantel
  42. Pajamas = Piyama
  43. Pants = Celana pendek
  44. Parka = Jaket kerudung dari bulu wool

JURNAL REFLEKSI

PENYELESAIAN TUGAS-TUGAS CGP DAN AKSI NYATA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam Sejahtera

Om Swastiastu

Namo Budhaya

Salam Kebajikan

Rahayu sagung dumadi

Salam dan Bahagia,

Setelah mengikuti pembelajaran, melaksanakan tugas-tugas dan aksi nyata penerapan materi Guru Penggerak Angkatan 6 Kota Madiun, banyak hal  Calon Guru Penggerak akan menceritakan pengalaman, perasaan, hal baik yang akan terus dilaksanakan kedepannya, serta hal-hal yang harus segera dihentikan mulai saat ini.

Pelaksanaan Pendidikan calon guru penggerak Angkatan 6 kota Madiun telah mulai dilaksanakan pada akhir bulan Agustus tahun 2022, dimulai dengan couching clinic pelaksanaan Diklat, kemudian bagaimana menggunakan LMS ( Learning Management System) Pendidikan Guru Penggerak pada halaman web, bagaimana login SIMPKB dengan akun Belajar.id , hingga pembelajaran modul dengan alur MERDEKA, yaitu merupakan akronim dari Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata.

Untuk selanjutnya dalam jurnal refleksi penyelesaian tugas dan Aksi Nyata berikut ini,  Calon Guru Penggerak akan merefleksikan pembelajaran dengan model refleksi 4 F atau 5 P yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.  

1.   Facts (Peristiwa)

Pada akhir bulan Agustus 2022, tepatnya pada tanggal 29 dimulai Pendidikan Calon guru Penggerak Angkatan 6 Kota Madiun, diawali sebuah post tes, yang materinya cukup berbobot, dengan waktu 60 menit dengan jumlah soal 40 butir pilihan ganda dan selanjutnya dilaksanakan pembelajaran secara daring dalam kelas 44 yang berjumlah 8 peserta dari berbagai jenjang sekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA/SMK. Pembelajaran dilanjutkan dengan tatap  muka dalam lokakarya yang dipandu oleh bapak ibu Pengajar Praktik.  

2. Feelings (Perasaan)

Selama mengikuti Pendidikan Calon Guru Penggerak, CGP merasa sangat terkesan dengan pola pembelajaran yang selama ini belum pernah dirasakan, cukup efektif dan efisien. Sebuah alur pembelajaran yang betul-betul MERDEKA. CGP merasa sangat bersyukur bisa tergabung dalam komunitas guru penggerak ini, banyak pengalaman, banyak ilmu, banyak teman, dan banyak menambah wawasan baru tentang Pendidikan di era abad 21 ini.

3. Findings (Pembelajaran)

Dalam proses belajar Bersama teman-teman Calon Guru Penggerak, banyak pelajaran, ilmu, pengalaman dan wawasan baru yang kami dapatkan. Sesuai materi dalam diklat CGP mulai modul 1 s.d. modul 3 materi secara singkat sebagai berikut :

Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Nilai Guru Penggerak, Peran Guru Penggerak, Disiplin Positif, Budaya Positif, Kompetensi sosial dan emosional, pembelajaran yang berdiferensiasi, couching untuk supervisi akademik, pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah, pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai universal seorang pemimpin, pemimpin dalam pengelolaan sumberdaya, program yang berdampak pada murid.    

4. Future (Penerapan)

Sebelum mengikuti Pendidikan calon guru penggerak, CGP dan rekan sejawat pada umumnya merasa bahwa, pembelajaran yang efektif adalah dengan cara pendisiplinan yang memaksa, pembelajaran harus dalam kendali guru sepenuhnya, murid harus megikuti kehendak dari program guru tanpa adanya pilihan, bahkan hukuman-hukuman yang sifatnya fisik masih selalu dilakukan untuk menegakan kedisiplinan. Namun setelah mengikuti Pendidikan calon guru penggerak, serta program-program Pendidikan merdeka belajar, kami mulai menyadari bahwa, diera abad 21 , lebih-lebih setelah adanya pandemi covid 19 yang mengharuskan pembelajaran secara daring untuk sementara waktu, serta berkembangnya teknologi informasi dan digital, maka pemanfaatan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Pembelajaran hybrid learning, blended Learning, pemanfaatan LMS, media sosial dimana merupakan bagian dari kehidupan anak-anak generasi milenial harus dimanfaatkan sebagai bagian dari Pendidikan. Maka peran guru sudah sedikit bergeser, peran murid menjadi lebih dominan, peran guru menjadi fasilitator, membimbing, menuntun kodrat, minat, bakat, murid agar mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya dalam kehidupan masyarakat maupun pribadi.       

Untuk kedepannya CGP akan terus berusaha menerapkan nilai dan perannya sebagai guru penggerak baik pada komunitas Pendidikan disekolah maupun dalam masyarakat.  selanjutnya diharapkan paradigma, pemikiran dan filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara segera terwujud. Sekolah yang berpihak pada murid, sekolah yang mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, sekolah yang mempertajam cita-cita, potensi, minat dan bakat anak-anak Indonesia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam dan Bahagia.